Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi peran laki-laki atau perempuanSasak dalam pilihan kosakata, dalam melakukan kendali interaksional, dalam struktursintaksis, dan dalam pemakaian metafora dengan percakapan bahasa Sasak. Teori yangdipergunakan adalah teori wacana kritis model Norman Fairclough dan dilengkapi denganteori Teun A. Van Dijk. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dan cakap(wawancara) serta teknik dasar dan turunannya, metode observasi, dan metode dokumentasi.Sumber data diperoleh dari para pemuda dan pemudi Sasak yang sedang berkomunikasi.Data yang terkumpul dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif yang bertujuan untukmembuat deskripsi secara sistematis, kategorisasi, dan pemolaan. Data disajikan secaraformal dan informal. Pada akhirnya, penelitian ini menghasilkan realita motif atau ideologisikap komunikator yang memihak peran laki-laki atau perempuan Sasak dalam perspektifgender, yang kerap menimbulkan persinggungan fisik-psikis, seperti; pelecehan seksual,KDRT, dan bahkan dalam budaya kawin cerai.
Copyrights © 2016