Penelitian ini mengkaji pengaruh likuiditas terhadap profitabilitas PT Fast Food Indonesia Tbk (KFC) pada periode 2020–2024. Perusahaan tersebut mengalami penurunan pendapatan dan laba apabila dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya. Selain itu, perusahaan juga menghadapi peningkatan jumlah utang. Hal ini merupakan dampak dari upaya pemulihan perusahaan pasca pandemi COVID-19, ditambah dengan situasi pasar yang memburuk akibat krisis yang terjadi di Timur Tengah, terutama berkenaan dengan tindakan boikot terhadap produk-produk yang dianggap mendukung Israel. Likuiditas diukur dengan Quick Ratio (QR) dan profitabilitas dengan Net Profit Margin (NPM). Dengan pendekatan kuantitatif dan regresi linier sederhana SPSS 25, hasil analisis menunjukkan penurunan tajam pada QR dari 1,09 menjadi 0,28 dan profitabilitas rendah sebesar -0.15563 pada kuartal III 2024. Namun, likuiditas tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas sig. 0,061 > 0,05. Meskipun tidak berpengaruh secara signifikan namun pengelolaan likuiditas yang baik dan seimbang mencerminkan bahwa faktor lain, seperti strategi bisnis, efisiensi biaya, dan kondisi pasar, serta upaya pemulihan setelah pandemi dan disertai isu boikot, lebih berperan.
Copyrights © 2024