Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji bagaimana kebiasaan akuntansi mental dan FOMO Generasi Z mempengaruhi kesejahteraan finansial mereka. Responden harus menjadi mahasiswa aktif di Universitas Slamet Riyadi Surakarta, dan sampel dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel acak dasar. Dalam survei ini, 375 mahasiswa diminta untuk berpartisipasi. Analisis deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji-t, uji-F, dan uji koefisien determinasi (R³) adalah beberapa pendekatan analisis data yang digunakan. Nilai uji-t sebesar 5,947 dan nilai-p sebesar 0,000 (<0,05) menunjukkan bahwa Akuntansi Mental berdampak signifikan terhadap kesejahteraan finansial, menurut hasil analisis. Sebaliknya, gaya hidup FOMO tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap kesehatan keuangan mahasiswa, meskipun memiliki nilai t sebesar 2,837 dan p-value 0,006 (< 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa pengelolaan keuangan berdasarkan kategori (mental accounting) memiliki peranan yang lebih besar dibandingkan dengan gaya hidup FOMO dalam memengaruhi kondisi keuangan mahasiswa.
Copyrights © 2025