Penyakit layu Fusarium pada tanaman pisang, yang disebabkan oleh Fusarium oxysporum f.sp. cubense (Foc), merupakan ancaman serius bagi produksi pisang di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Penyakit ini mengakibatkan gejala layu daun, penguningan, dan kematian tanaman, dengan kerugian ekonomi yang signifikan, mencapai 50% hingga 100% pada varietas yang rentan. Artikel ini disusun melalui kajian literatur yang mencakup pencarian melalui basis data ilmiah seperti PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar dengan menggunakan kata kunci terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa penyakit ini sulit dikendalikan karena daya tahan jamur di dalam tanah dan kemampuan infeksinya terhadap tanaman inang yang tidak menunjukkan gejala. Berbagai strategi pengendalian telah diterapkan, antara lain pengendalian agroteknis, kimia, dan biologis. Pengendalian agroteknis meliputi rotasi tanaman dan pemilihan varietas tahan, sedangkan pengendalian kimia menggunakan fungisida yang memiliki efektivitas terbatas. Pendekatan biologis, seperti penggunaan mikroorganisme antagonis, menunjukkan potensi yang menjanjikan dalam mengurangi dampak penyakit ini. Penelitian terbaru menunjukkan potensi penggunaan bioteknologi, seperti teknik CRISPR, dalam meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit ini. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang karakteristik penyakit dan metode pengendalian yang efektif, diharapkan dapat mengurangi dampak penyakit layu Fusarium terhadap produksi pisang.
Copyrights © 2025