Latar Belakang: Kehilangan gigi anterior menyebabkan masalah estetika dan dan dapat menyebabkan perubahan anatomis baik secara fungsional maupun fisiologis. Gigi yang hilang jika tidak diganti akan menyebabkan perubahan kondisi rongga mulut seperti gigi migrasi, kelainan bicara, gangguan TMJ, ekstrusi gigi dan perubahan bentuk wajah. Pembuatan gigi tiruan jembatan bertujuan untuk mengembalikan kemampuan pengunyahan dan berbicara, mencegah gigi bergeser, mempertahankan struktur wajah dan meningkatkan rasa percaya diri. Laporan kasus: Seorang pasien wanita berusia 40 tahun ingin membuat gigi tiruan cekat yang dibuat pada gigi depan atas yang tanggal. Pasien sebelumnya telah menggunakan gigi tiruan lepasan selama 20 tahun. Pada pemeriksaan intraoral ditemukan adanya kehilangan gigi anterior rahang atas. Berdasarkan pemeriksaan subjektif dan objektif, diagnosisnya adalah edentulous pada gigi 21. Rencana perawatan yang akan dilakukan adalah pembuatan gigi tiruan bridge dengan bahan porcelain fused metal (PFM). Desain gigi tiruan jembatan dengan gigi penyangga pada gigi 11 dan 22 dengan modified ridge lap pontic. Pembahasan: Modified ridge lap pontic merupakan pontik yang tidak berkontak dengan mukosa. pontik ini memiliki karakteristik hanya berkontak pada bagian labial. Desain ini meminimalkan kontak pada aspek palatal, yang bertujuan untuk menjaga kebersihan yang lebih baik dan mengurangi peradangan pada jaringan disekitarnya. Kesimpulan: Penggunaan gigi tiruan jembatan dapat mengembalikan fungsi pengunyahan, fungsi bicara, dan estetik serta perawatan pada kasus ini menunjukkan hasil yang baik. Kata kunci : Gigi tiruan jembatan, Edentulous, Modified ridge-lap pontic
Copyrights © 2025