Hambatan epistemologi muncul akibat keterbatasan pengetahuan siswa dalam konteks tertentu, meliputi hambatan konseptual, prosedural, dan teknik operasional, yang terkait dengan cara siswa memproses informasi dan gaya kognitifnya. Penelitian deskriptif kualitatif di SMA Negeri 2 Indramayu menggunakan angket MFFT, tes kontekstual, dan wawancara yang diikuti oleh 34 siswa dan akan dipilih dua subjek penelitian yang menunjukkan perbedaan signifikan antara siswa reflektif dan impulsif. Siswa reflektif (NL/RE1) mengalami 0% hambatan konseptual dan prosedural, serta 16,67% teknik operasional, sementara siswa impulsif menghadapi 22,22% konseptual, 55,55% prosedural, dan 50% teknik operasional. Secara keseluruhan, hambatan epistemologi siswa tergolong sedang/cukup tinggi, dengan siswa impulsif lebih rentan mengalami kendala dibandingkan siswa reflektif.
Copyrights © 2025