Manggodok, sebagai salah satu bentuk tradisi kuliner dalam masyarakat Minangkabau, tidak sekadar dipahami sebagai aktivitas memasak makanan khas, tetapi memiliki makna yang lebih dalam sebagai representasi nilai-nilai sosial dan religius. Tradisi ini umumnya dilakukan dalam konteks kegiatan adat atau keagamaan, seperti dalam persiapan kenduri, alek nagari, atau upacara keagamaan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna simbolik di balik praktik manggodok, serta bagaimana nilai sosial dan religius terinternalisasi dan diwariskan melalui aktivitas tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi literatur terhadap sumber-sumber lokal maupun akademik.
Copyrights © 2025