Stunting merupakan masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka panjang, yang menyebabkan gangguan pertumbuhan pada anak, ditandai dengan tinggi badan yang lebih rendah dari standar usianya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dan kejadian stunting pada balita di Puskesmas Gebang, Kabupaten Langkat. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel 30 balita yang dipilih melalui total sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki pendidikan terakhir SMA (46,7%), sebanyak 53,3% balita mengalami BBLR, dan 66,7% mengalami stunting. Hasil uji Fisher menunjukkan nilai signifikansi 0,019 (p < 0,05), yang menandakan adanya hubungan signifikan antara BBLR dan kejadian stunting. Nilai Odds Ratio (OR) sebesar 9,333 menunjukkan bahwa balita dengan BBLR memiliki risiko 9,3 kali lebih tinggi mengalami stunting dibandingkan balita dengan berat badan lahir normal. Kesimpulannya, BBLR merupakan faktor risiko signifikan terhadap kejadian stunting pada balita, sehingga perlu dilakukan upaya pencegahan sejak masa kehamilan.
Copyrights © 2025