Keterampilan komunikasi antarbudaya sangatlah penting di berbagai sektor kehidupan. Maka dari itu keterampilan ini harus dimiliki siapapun tidak terkecuali mahasiswa perantau khususnya anggota Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) Yogyakarta. Tujuan pengabdian ini untuk memberikan pemahaman tentang komunikasi antarbudaya secara luas dan efektif serta memberikan pemahaman tentang bagaimana mengelola culture shock dan cara berkomunikasi antarbudaya yang efektif saat mengalami culture shock. Metode pengabdian ini memberikan sosialisasi kepada mahasiswa baru (IMABA) Yogyakarta dengan 35 peserta yang dikemas dengan bentuk FGD (Focus Group Discussion). Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan pengabdian masyarakat ini, tim menilai bahwa pengabdian ini telah berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Hal ini bisa dilihat dari mahasiswa baru yang mengikuti sosialisasi ini semakin menghargai perbedaan budaya dan pandai berkomunikasi antarbudaya termasuk dalam mengelola culture shock. Dampak pemahaman mahasiswa IMABA Yogyakarta terhadap komunikasi antarbudaya dan culture shock tentu sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Copyrights © 2025