Eksploitasi sumberdaya perikanan dengan alat tangkap ramah lingkungan menjadi salah satu faktor kunci keberlanjutan sumber daya perikanan, selain memberikan dampak positif secara sosial dan ekonomi bagi masyarakat. Tujuan penelitian, menganalisis tingkat keramahan lingkungan alat tangkap bagan apung di Dusun Lupus, Kota Tual, berdasarkan prinsip CCRF. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi, dianalisis secara deskriptif kuantitatif berpedoman pada prinsip CCRF. Hasil analisis menunjukkan bahwa alat tangkap bagan apung yang beroperasi di Perairan Lupus Kota Tual Provinsi Maluku mendapatkan skor 29,4, merupakan kategori sangat ramah lingkungan. Alat tangkap ini, juga dikategorikan berkelanjutan namun perlu memperhatikan beberapa kriteria untuk lebih efisien dan efektif. Kriteria yang perludi diperhatikan terutama penggunan BBM rendah. Opererasi penangkapan saat ini sangat tergantung pada ketersediaan BBM untuk energy listrik sebagai sumber cahaya dalam mengumpulkan ikan dan juga untuk kebutuhan transportasi.
Copyrights © 2025