Penelitian ini mengkaji representasi fenomena overthinking dalam lirik lagu Distopia karya Rizki As melalui pendekatan psikologi sastra. Overthinking merupakan kondisi psikologis yang ditandai dengan kecenderungan untuk merenung secara berlebihan hingga menimbulkan kecemasan dan tekanan mental. Lagu Distopia dipilih sebagai objek kajian karena memuat ungkapan emosional yang mencerminkan konflik batin dan tekanan psikologis individu modern, khususnya remaja. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teori psikoanalisis Freud dan klasifikasi emosi David Krech sebagai landasan analisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa lirik lagu merepresentasikan dinamika antara id, ego, dan superego melalui metafora dan citraan yang kuat, menggambarkan kondisi keputusasaan, kecemasan eksistensial, dan mekanisme pertahanan diri seperti regresi. Dengan demikian, lagu ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana ekspresi emosional, tetapi juga sebagai refleksi kondisi psikologis kontemporer, serta memberikan kontribusi dalam kajian sastra dan psikologi musik.
Copyrights © 2025