Fokus penelitian pada tulisan ini adalah menyebutkan beberapa bentuk penindasan yang dialami perempuan dalam Novel Isinga Karya Dorothea Rosa Herliany baik secara verbal maupun non verbal sebagai alat kontrol sosial. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif melalui analisis pada novel yang telah dibaca serta pengumpulan sumber-sumber lain yang relevan dengan topik yang sedang dibahas. Objek yang digunakan pada penelitian adalah novel Isinga karya Dorothea Rosa Herliany. Melalui studi kasus terpancang penulis akan mengamati beberapa aspek tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan lewat analisis novel yang menjadi objek kajian beserta pengumpulan sumber-sumber lain yang memiliki korelasi dengan tema pembahasan yang akan diangkat. Analisis data dilakukan secara deskriptif yang kemudian disampaikan dalam hasil pembahasan. Berdasarkan hasil penelitiaan, bentuk penindasan atau kekerasan terbagi menjadi dua, yaitu secara verbal dan non verbal. Penindasan verbal biasanya dilakukan untuk menyerang psikis korbannya, sedangkan penindasan atau kekerasan secara non verbal dilakukan menggunakan fisik pelaku. Penindasan secara non verbal cenderung dapat dikenali karena biasanya meninggalkan bekas pada tubuh korban.
Copyrights © 2025