Aktivitas fisik merupakan gerakan yang dihasilkan oleh tulang dan otot yang salah satu manfaatnya untuk melancarkan sirkulasi darah ke area pelvis. Di dunia jumlah wanita yang mengalami dismenorea mencapai 1.769.425 jiwa. Mahasiswi keperawatan angkatan 2019 memiliki tingkat dan jenis aktivitas fisik yang banyak seperti perkuliahan, kegiatan di laboratorium, praktik klinik di rumah sakit dan kegiatan wajib lainnya di asrama dan berdasarkan survei awal yang dilakukan kepada 275 mahasiswi terdapat 88,4% mahasiswi yang mengalami dismenorea primer. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi hubungan antara aktivitas fisik dengan dismenorea primer pada mahasiswi keperawatan. Metode yang digunakan metode kuantitatif deskriptif dengan desain penelitian cross sectional, jumlah sampel berjumlah 95 mahasiswi yang didapatkan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner aktivitas fisik dan kuesioner dismenorea. Hasil penelitian ini mendapatkan 53 (53,6%) responden dengan tingkat aktivitas fisik sedang mengalami dismenorea primer dan berdasarkan nilai hasil uji statistik menggunakan fisher exact test (p=0,019) yang artinya terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian dismenorea primer. Semakin sering aktivitas fisik dilakukan maka akan semakin rendah resiko seseorang untuk terkena dismenore primer. Penelitian tentang faktor-faktor lain yang berhubungan dengan timbulnya dismenorea primer direkomendasikan untuk penelitian selanjutnya.
Copyrights © 2026