Latar Belakang: Eritroderma ditandai dengan kemerahan dan pengelupasan yang mempengaruhi lebih dari 90% luas permukaan tubuh. Penyebabnya meliputi eksaserbasi kondisi kulit yang sudah ada, alergi obat, dan penyakit autoimun. Ciri khas eritroderma sering kali disebabkan oleh peningkatan turnover kulit. Dalam kasus ini, seorang pria berusia 71 tahun datang ke IGD dengan keluhan kulit kemerahan dan bersisik di seluruh tubuh setelah mengonsumsi alopurinol. Pemeriksaan fisik menunjukkan plak eritematosa dengan skuama halus hingga tebal yang meliputi seluruh tubuh pasien.Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan metode laporan kasus (case report) yang mendokumentasikan secara sistematis perjalanan klinis, diagnosis, pengobatan, dan luaran pada satu pasien dengan eritroderma akibat reaksi alergi obat allopurinol.Hasil: Pemeriksaan laboratorium menunjukan eosinofilia. Pasien didiagnosis sebagai eritroderma et cause drug eruption. Kortikosteroid sistemik, antihistamin, dan salep berisi antibiotik, kortikosteroid, dan pelembab diberikan pada pasien ini. Setelah 4 hari perawatan di rumah sakit, kondisi pasien stabil dan dipulangkan. Setelah 7 hari kemudian, kondisi pasien baik dan kemerahan serta sisik sudah tidaka ada.Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa penatalaksaan yang diberikan memberikan hasil yang baik
Copyrights © 2025