BRT Trans Semarang adalah unit pelayanan transportasi umum yang dioperasikan oleh Badan Layanan Umum Unit Pelaksana Teknis Dinas Trans Semarang mulai tahun 2009. Pada tahun 2014, pengelola BRT (Bus Rapid Transit) Trans Semarang berinovasi dengan menyediakan transaksi pem- bayaran menggunakan non-tunai atau cashless. Akan tetapi sampai saat ini masih banyak masyarakat yang masih menggunakan pembayaran secara tunai. Kajian awal menunjukkan bahwa pengguna pem-bayaran non-tunai kurang dari 10% total pengguna Trans Semarang. Alasan terbanyak mengapa masih banyak pengguna Trans Semarang yang melakukan pembayaran tunai adalah bahwa mereka belum mengerti dan memahami dengan baik apa itu pembayaran non-tunai. Tujuan penelitian untuk per-ancangan ini adalah terciptanya media sosialisasi sistem pembayaran non-tunai di Trans Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian untuk perancangan ini adalah metode kualitatif dengan pen-dekatan deskriptif yang diikuti dengan analisis SOAR (Strength, Opportunity, Aspirations, Result). Data diperoleh melalui wawancara, observasi dan studi pustaka. Metode perancangan yang digunakan adalah metode Villamil-Molina. Hasil dari perancangan ini berupa video animasi motion-graphic. Penelitian ini berkontribusi sebagai solusi melalui penyuluhan berbasis media, untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran pengguna terhadap sistem non tunai.
Copyrights © 2025