Sekitar 95% biodiesel yang diproduksi di dunia berasal dari minyak nabati, padahal penggunaan minyak nabati sebagai bahan baku ini membutuhkan biaya yang tinggi. Alternatif lainnya adalah menggunakan minyak hewani, seperti larva BSF (Black Soldier Fly). Kandungan lemak yang tinggi menjadikan larva BSF berpotensi sebagai bahan baku produksi biodiesel. Salah satu tahapan dalam produksi biodiesel yang perlu dipertimbangkan adalah ekstraksi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode ekstraksi yang efektif melalui perbandingan rendemen hasil ekstraksi minyak larva BSF dari dua metode yang berbeda. Metode ekstraksi yang dibandingkan adalah sokletasi dan maserasi dengan berat serbuk larva yang sama dan pelarut n-heksana. Kedua metode ini sangat berpengaruh terhadap kuantitas minyak yang terekstrak. Dari penelitian yang telah dilakukan, diperoleh rendemen dari metode sokletasi dan maserasi masing-masing sebanyak 13,6 dan 19,3%. Hasil ini menunjukkan bahwa metode ekstraksi maserasi lebih efektif dalam menghasilkan minyak dari larva BSF.
Copyrights © 2025