Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) kawasan industri dirancang untuk mengolah air limbah sisa proses produksi sebelum dibuang ke lingkungan. Salah satu unit penting dalam IPAL adalah clarifier, yang berfungsi memisahkan padatan tersuspensi dari cairan. Waktu detensi yang terlalu lama dalam unit clarifier dapat menyebabkan proses menjadi tidak efisien. Beban air limbah yang masuk ke dalam clarifier dapat digunakan sebagai parameter untuk menentukan waktu detensi. Pada penelitian ini bertujuan untuk mendesain unit sesuai dengan kapasitas yang ada, sehingga aliran lumpur yang terjadi menuju tahap selanjutnya dapat berjalan secara optimal. Hasil perhitungan berdasarkan beban debit air limbah pada kondisi saat ini 4173,6 m³/hari dengan waktu detensi 3,78 jam dan overflow rate 12,06 m³/m².detik. Dimensi clarifier eksisting, yaitu diameter 21 m dengan kedalaman 1,9 m diperoleh volume 657,75 m3. Tahapan perhitungan yang dilakukan untuk menentukan desain ulang meliputi, perhitungan zona settling, zona inlet, zona thickening, dan zona outlet. Hasil perhitungan ulang dengan beban eksisting diperoleh waktu detensi 2 jam dan overflow rate 31,51 m³/m².detik. Dimensi desain ulang clarifier, yaitu diameter 12,89 m dengan kedalaman 3,31 m diperoleh volume 375,75 m3. Hasil desain ulang ini menunjukkan efisiensi waktu detensi sebesar 47%. Hal ini menunjukkan bahwa desain clarifier di IPAL kawasan industri saat ini telah mengantisipasi lonjakan potensi peningkatan debit air limbah dimasa mendatang.
Copyrights © 2025