Signifikansi akuntabilitas publik dalam mencapai tata kelola yang baik menjadi pendorong utama di balik penelitian ini. Namun demikian, masih ada sejumlah hambatan yang mencegah entitas pemerintah menggunakan data kinerja sebagai dasar untuk pengambilan keputusan. Faktor rasional, dinamika politik dan budaya kerja turut memengaruhi sejauh mana informasi kinerja digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor rasional, politik, dan sosio-kultur terhadap penggunaan informasi kinerja dan dampak dari faktor-faktor tersebut terhadap tingkat akuntabilitas publik di Instansi Pemerintah Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan data primer yang diperoleh langsung dari responden melalui kuesioner. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dengan 93 responden, yang merupakan pejabat Eselon II dan III. Regresi linier berganda untuk menganalisis data pada penelitian ini menggunakan aplikasi SPSS 30. Berdasarkan analisis terhadap 93 responden, disimpulkan bahwa meskipun faktor politik tidak berpengaruh signifikan terhadap penggunaan informasi di tempat kerja, namun faktor rasional dan sosio-kultur berpengaruh. Hasil ini menunjukkan bahwa perbaikan dalam aspek rasionalitas dan budaya organisasi dapat mendorong pemanfaatan informasi kinerja secara lebih optimal, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan akuntabilitas publik instansi daerah
Copyrights © 2025