Narapidana perempuan menghadapi tantangan psikologis dan sosial yang lebih kompleks dibandingkan narapidana laki-laki, termasuk stres tinggi, kesepian, serta keterbatasan akses terhadap dukungan sosial. Studi ini bertujuan untuk mengkaji pola dukungan sosial yang tersedia bagi narapidana perempuan di Indonesia serta dampaknya terhadap kesejahteraan psikologis mereka. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur dengan menganalisis 11 jurnal dari berbagai sumber dalam 10 tahun terakhir. Hasil analisis menunjukkan bahwa dukungan sosial, baik dari keluarga, sesama narapidana, petugas lapas, maupun program rehabilitasi, memiliki peran penting dalam mengurangi stres, meningkatkan kesejahteraan psikologis, serta membantu proses adaptasi narapidana perempuan di dalam lingkungan pemasyarakatan. Namun, akses terhadap dukungan sosial masih terbatas akibat stigma sosial, kebijakan pemasyarakatan yang kurang inklusif, serta kurangnya program rehabilitasi berbasis gender. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan akses layanan kesehatan mental, penguatan program rehabilitasi, serta strategi intervensi yang lebih responsif terhadap kebutuhan narapidana perempuan untuk mendukung kesejahteraan mereka selama masa tahanan dan proses reintegrasi sosial setelah bebas.
Copyrights © 2025