Penelitian ini bertujuan untuk mencapai dua hal, yaitu meningkatkan pengetahuan masyarakat Indonesia mengenai komunitas LGBT dengan harapan dapat mengurangi diskriminasi terhadap komunitas tersebut dan melestarikan keberagaman gender dalam budaya Indonesia, khususnya dalam suku Bugis. Melalui penelitian ini penulis akan mengeksplorasi konsep gender dalam budaya Bugis, yang memiliki lima kategori gender, dan akan fokus kepada gender Bissu yang merepresentasikan peran penting dalam tradisi dan spiritualitas suku Bugis. Penulis menggunakan pendekatan kualitatif untuk penelitian tersebut, dengan wawancara mendalam dengan seseorang yang ahli dalam bidang pengetahuan seputar gender, serta dengan individu-individu dari komunitas LGBT di Indonesia. Dalam penelitian ini, penulis juga akan melibatkan analisis visual yang ada dalam budaya Bugis, khususnya dalam konteks perhiasan tradisional sebagai dasar desain visual yang akan digunakan dalam perancangan perhiasan. Dari penelitian ini penulis akan merancang sebuah set perhiasan berupa kalung, gelang, dan ear cuff yang didesain sebagai sarana ekspresi diri untuk beragam gender, dengan fokus pada gender Bissu sebagai simbol harmonisasi gender. Perhiasan ini tidak hanya berfungsi sebagai objek seni, tetapi juga sebagai media edukasi untuk memperkenalkan konsep gender non-biner dalam konteks budaya tradisional Indonesia, serta memperkuat nilai-nilai keberagaman dan inklusivitas
Copyrights © 2024