Penelitian ini membahas ekolinguistik sebagai kajian hubungan antara bahasa dan lingkungan, yang menggambarkan bagaimana manusia memanfaatkan alam dalam ekspresi pemikiran melalui leksikon. Salah satu wujud keterhubungan ini terlihat pada penggunaan leksikon sebagai alat pelacak ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi leksikon flora dan fauna di Jambi Kota Seberang dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 40 leksikon fauna dan 35 leksikon flora yang masih digunakan oleh masyarakat setempat. Leksikon-leksikon tersebut didominasi oleh kata dasar dalam kategori nomina, dengan sebagian besar merujuk pada lingkungan biotik. Pola penamaan leksikon flora dan fauna dipengaruhi oleh karakteristik fisik, habitat, serta fungsi dalam kehidupan masyarakat.
Copyrights © 2024