Kajian Linguistik dan Sastra
Vol. 3 No. 2 (2024): Mei 2024

Isu Lingkungan dalam Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye: Kajian Ekokritik Sastra

Wanti, Nurdiana (Unknown)



Article Info

Publish Date
31 May 2024

Abstract

This research is motivated by the rampant environmental damage that occurs in Indonesia, especially deforestation due to human greed. Through Tere Liye's work that raises issues about the environment, it can foster a sense of love and care for the surrounding environment. This research uses a qualitative research type with a descriptive method and a literary ecocriticism approach. The data collection techniques used are reading, marking, recording, and inventorying the objects of the novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar by Tere Liye. The data are in the form of environmental issues in the novel, both in the form of dialogue and narrative. The results of this study found 6 aspects of environmental issues, namely pollution 5 data, wilderness 3 data, disasters 3 data, housing/residence 8 data, animals 2 data, and earth 5 data. Based on the results of the study, it was concluded that environmental issues in this novel have also been rampant in the real world for a long time. This indicates that environmental issues are an important topic to discuss, even in novels. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya kerusakan lingkungan yang terjadi di Indonesia, terutama hutan yang gundul akibat keserakahan manusia. Lewat karya Tere Liye yang mengangkat isu mengenai lingkungan, bisa dapat menumbuhkan rasa cinta dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dan pendekatan ekokritik sastra. Teknik pengumpulan data yang digunakan, ialah membaca, menandai, mencatat, dan inventarisasi pada objek novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye. Data berupa isu lingkungan dalam novel, baik berupa dialog maupun narasi. Hasil dari penelitian ini, ditemukan 6 aspek isu lingkungan, yaitu pencemaran 5 data, hutan belantara 3 data, bencana 3 data, perumahan/tempat tinggal 8 data, binatang 2 data, dan bumi 5 data. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa isu lingkungan dalam novel ini marak juga terjadi di dunia nyata sudah sejak lama. Hal ini, menandakan bahwa isu lingkungan merupakan topik yang penting untuk dibahas, bahkan di dalam novel sekalipun.

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

kal

Publisher

Subject

Humanities Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Kalistra: Kajian Linguistik dan Sastra merupakan jurnal ilmiah kebahasaan dan kesastraan yang diterbitkan oleh Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi. Kalistra terbit tiga kali setahun setiap Mei, September, dan Januari. Jurnal Kalistra menerbitkan hasil penelitian ilmiah dalam kajian bahasa ...