Penelitian ini bertujuan menganalisis pola interaksi antara siswa reguler dan siswa berkebutuhan khusus (tuli bisu) di SD Negeri 2 Bengkala, Buleleng, Bali. Dengan mengadopsi pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen, yang kemudian diolah secara sistematis melalui tahapan pengumpulan, kondensasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkap bahwa interaksi antar kelompok tidak hanya mencerminkan keberagaman dan toleransi, tetapi juga memperlihatkan peran vital dukungan timbal balik melalui metode komunikasi adaptif, seperti penggunaan bahasa isyarat lokal yang bermakna bagi seluruh siswa.
Copyrights © 2025