Sebagai negara berkembang, Indonesia menghadapi tantangan dalam sektor pembangunan, terutama di bidang perumahan, perhotelan, dan infrastruktur jalan. Pertumbuhan proyek-proyek ini berpotensi menghasilkan limbah konstruksi yang signifikan, sehingga pengelolaan lingkungan menjadi perhatian utama. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan untuk mengatasi masalah ini adalah lean construction, yang bertujuan meningkatkan efisiensi dan mengurangi pemborosan dalam proses konstruksi. Penelitian ini dilakukan pada Proyek Pembangunan Kantor PT. X di Surabaya, dengan fokus mengidentifikasi jenis material yang berpotensi menimbulkan limbah dari struktur lantai 1 dan lantai 2 serta menganalisis waste level dari material tersebut. Metode pendekatan lean construction dan analisa pareto digunakan untuk menentukan material dengan volume terbesar yang berpotensi menjadi limbah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis material yang menimbulkan limbah dalam proyek ini adalah ready mix dan besi ulir D10, D13 dan D16 dengan proporsi waste level masing-masing sebesar 0,23%, 2,08%, 1,45%, dan 2,06%.
Copyrights © 2025