Metode analisis berbasis tinjauan artikel dengan fokus penilaian pada aspek – aspek tertentu yang relevan dengan pendekatan kajian pustaka. Mortar merupakan bahan perekat antara pasir, batu, dan kerikil dalam sebuah pembuatan beton. Mortar sendiri memiliki berbagai jenis seperti mortar semen, mortar kapur, hingga mortar campuran. Namun penggunaan mortar semen portland sebagai bahan pengikat utama dalam konstruksi menimbulkan dampak lingkungan serius, terutama emisi CO2. Untuk menjawab tantangan ini, penelitian dan inovasi difokuskan pada pengembangan geopolimer sebagai alternatif ramah lingkungan. Geopolimer berbahan dasar fly ash dan abu sekam padi, diaktivasi dengan larutan alkali seperti natrium hidroksida dan natrium silikat, menunjukkan potensi besar dalam mengurangi emisi dan meningkatkan performa beton. Studi ini merangkum berbagai pendekatan inovatif, termasuk penggunaan bahan nanokomposit, serat baja dan bendrat, serta pemanfaatan limbah polimer, untuk meningkatkan kekuatan tekan, ketahanan lentur, dan durabilitas mortar dan beton geopolimer. Hasil kajian menunjukkan bahwa beton geopolimer berbasis fly ash lebih unggul dibanding abu sekam padi dalam hal kekuatan tekan dan kestabilan struktur, sementara serat baja terbukti lebih efektif daripada serat kawat bendrat dalam meningkatkan sifat mekanis. Selain itu hal yang berpengaruh pada performa beton yaitu pemilihan rasio alkali. Secara keseluruhan, teknologi beton geopolimer menawarkan solusi berkelanjutan untuk masa depan industri konstruksi.
Copyrights © 2025