Penelitian ini menganalisis strategi kampanye yang diterapkan oleh para kandidat dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) Indonesia 2024, dengan fokus pada pemanfaatan media tradisional dan media sosial. Penelitian ini mengkaji bagaimana ketiga pasangan calon – Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD – beradaptasi dengan lanskap media yang dinamis dan durasi kampanye yang singkat. Temuan menunjukkan bahwa meskipun media tradisional masih berperan dalam membangun kesadaran luas dan interaksi langsung, media sosial telah menjadi medan pertempuran utama, terutama untuk menjangkau pemilih muda. Namun, penggunaan media sosial juga membawa tantangan signifikan seperti penyebaran disinformasi, polarisasi, dan isu etika data. Laporan ini menyimpulkan bahwa efektivitas kampanye digital tidak hanya bergantung pada jangkauan, tetapi juga pada resonansi pesan, keaslian, dan integrasi strategi daring dan luring. Implikasi terhadap partisipasi politik dan integritas demokrasi dibahas, menyoroti pentingnya literasi digital dan regulasi yang adaptif dalam ekosistem media yang kompleks
Copyrights © 2025