Jumlah janda lansia dhuafa terus meningkat seiring dengan dinamika demografi dan minimnya jaminan sosial yang layak. Mereka menjadi kelompok rentan yang tidak hanya mengalami keterbatasan ekonomi, tetapi juga keterasingan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis dampak pemberdayaan yang dilakukan oleh Oemah Singgah Al-Irsyad Cirebon terhadap peningkatan kemandirian sosial dan ekonomi janda lansia dhuafa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pemberdayaan yang diterapkan meliputi pembinaan spiritual, pelatihan keterampilan sederhana, penguatan komunitas sosial, dan pendampingan emosional. Secara sosial, para penghuni mengalami peningkatan kepercayaan diri, relasi interpersonal, dan partisipasi dalam kegiatan komunitas. Sementara secara ekonomi, meskipun terbatas, mereka mulai menunjukkan kemandirian dalam mengelola kebutuhan pribadi dan menghasilkan karya sederhana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi pendekatan sosial dan nilai-nilai keislaman mampu menciptakan model pemberdayaan lansia dhuafa yang bermartabat, relevan, dan dapat direplikasi.
Copyrights © 2025