Limbah cair domestik (grey water) merupakan limbah cair yang dihasilkan dari aktivitas dapur, kamar mandi, dan pencucian pakaian. Air limbah yang tidak memenuhi baku mutu dapat mencemari lingkungan, maka perlu dilakukan pengolahan sebelum di buang ke badan air. Pengolahan limbah cair domestik (grey water) dilakukan dengan metode fitoremediasi tanaman lidah mertua (Sansevieria) menggunakan sistem hidroponik Deep Flow Technique (DFT). Metode ini mengandalkan tanaman untuk mengurangi atau mendegradasi zat pencemar yang larut dalam air melalui akar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas tanaman lidah mertua (Sansevieria) dalam menurunkan nilai BOD dan COD menggunakan sistem hidroponik DFT. Pengolahan ini dilakukan secara bertahap dengan tahap awal yaitu aklimatisasi menggunakan air bersih selama 7 hari, dilanjutkan dengan tahap RFT (Range Finding Test) dengan variasi konsentrasi air limbah 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100% selama 8 hari. Selanjutnya dilakukan analisis sampel. Pengambilan sampel untuk dianalisis sesuai dengan waktu detensi yang ditentukan yaitu selama 24 jam, 48 jam, dan 72 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengolahan air limbah domestik menggunakan tanaman lidah mertua (Sansevieria) dengan sistem hidroponik DFT mampu menurunkan nilai BOD dan COD. Hasil efisiensi optimum didapatkan pada hari ke-3 dengan persentase efisiensi penurunan BOD sebesar 77% dari konsentrasi awal sebesar 116,4 mg/L menjadi 27 mg/L dan pada konsentrasi COD sebesar 71% dari konsentrasi awal 309,6 mg/L menjadi 90 mg/L.
Copyrights © 2025