Penelitian ini merupakan tinjauan literatur yang mengeksplorasi pemanfaatan teknologi penginderaan jauh dan sistem informasi geografis (GIS) dalam pemantauan serta mitigasi risiko malaria, khususnya di wilayah kepulauan dan terpencil Indonesia. Studi ini menunjukkan bahwa data lingkungan dari satelit, seperti: curah hujan, kelembapan, suhu, dan vegetasi, data ini dapat digunakan untuk memetakan area berisiko tinggi penyebaran malaria secara efisien tanpa perlu survei lapangan yang mahal. Berbagai metode, termasuk penggunaan drone untuk intervensi langsung dan integrasi dengan sistem pengindraan jauh (remote sensing), terbukti mampu mendukung deteksi dini dan distribusi sumber daya secara tepat. Dengan adaptasi teknologi ini, pengendalian malaria di Indonesia dapat ditingkatkan secara signifikan, terutama di kawasan timur yang memiliki tantangan geografis dan aksesibilitas tinggi.
Copyrights © 2025