Jumlah pending klaim BPJS Kesehatan pada pelayanan rawat inap yang relatif tinggi di Rumah Sakit X Kabupaten Serdang Bedagai mencerminkan adanya permasalahan dalam penerapan manajemen mutu rumah sakit. Meskipun penerapan Total Quality Management (TQM) telah dilaksanakan di rumah sakit, namun kasus klaim yang tertunda masih sering terjadi. Kondisi ini berdampak negatif terhadap kelancaran arus kas rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi prinsip-prinsip TQM dalam upaya menurunkan pending klaim BPJS Kesehatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada staf rumah sakit yang terlibat dalam proses klaim. Data dianalisis dengan metode Importance Performance Analysis (IPA) untuk mengidentifikasi kesenjangan antara tingkat kepentingan dan kinerja implementasi TQM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi prinsip-prinsip Total Quality Management (TQM) di Rumah Sakit X secara keseluruhan memperoleh nilai rata-rata di atas 97, yang termasuk dalam kategori “memuaskan”. Berdasarkan analisis kartesius IPA, prinsip komunikasi dan peningkatan berkelanjutan termasuk dalam Kuadran B yaitu area yang menunjukkan kinerja tinggi namun tetap dianggap penting sehingga harus dipertahankan prestasinya. Gap terbesar ditemukan pada prinsip komunikasi (-0,13) dan peningkatan berkelanjutan (-0,12), yang menandakan perlunya perhatian untuk mempertahankan dan terus meningkatkan kinerja pada aspek tersebut. Implementasi TQM terbukti berkontribusi terhadap penurunan pending klaim, namun perlu perbaikan berkelanjutan dan penguatan koordinasi lintas unit untuk mencapai efisiensi maksimal. Implementasi prinsip-prinsip TQM secara konsisten dapat mengurangi pending klaim dan meningkatkan kualitas manajemen rumah sakit.
Copyrights © 2025