Seiring dengan berkembangnya dunia industri, berpengaruh pada semakin pesatnya pembangunan proyek konstruksi di Indonesia. Dalam pembangunan gedung ada banyak tuntutan bagi penyedia jasa konstruksi. Salah satunya ketidaksesuaian antara jadwal rencana dan realisasi dilapangan, sehingga menyebabkan keterlambatan proyek. Perencanaan yang baik, jadwal yang tepat serta biaya yang tepat merupakan hal penting untuk menghindari keterlambatan dan pemborosan biaya pada proyek. Oleh karena itu dibutuhkan manajemen konstruksi menggunakan metode FTA (Fault Tree Analysis). FTA bertujuan menganalisa dan mengetahui penyebab keterlambatan pada suatu proyek menggunakan logika Boolean dan simbol simbol grafis. Penelitian ini dilakukan pada proyek gedung BPPHLHK (Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan) Jawa Bali Nusa Sidoarjo. Hasil penelitian ini didapatkan faktor dari ketidakmampuan sub-kontraktor dalam menyelesaikan suatu pekerjaan merupakan faktor terbesar dalam keterlambatan proyek pembangunan ini dengan probabilitas sebesar 0.0395.
Copyrights © 2025