Film pendek dapat menggambarkan realitas kehidupan masyarakat secara jujur dengan menggunakan simbol. Film pendek dapat menciptakan ruang kreativitas dengan melakukan eksplorasi dan eksperimen dalam elemen-elemen audio visual. Manajemen produksi film terdiri atas enam tahapan produksi, yaitu pertama tahapan pengembangan gagasan, kedua tahapan persiapan produksi, ketiga tahapan produksi, keempat tahapan paska produksi, kelima tahapan distribusi dan keenam tahapan eksibisi. Pada manajemen produksi film pendek yang berjudul Topeng Klana Udeng menggunakan empat tahapan, yaitu pertama tahapan pengembangan gagasan dan persiapan produksi, kedua tahapan produksi, ketiga tahapan paska produksi dan keempat tahapan distribusi & eksibisi. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Alur kerja manajemen produksi yang digunakan dalam produksi film pendek Topeng Klana Udeng dapat menciptakan manajemen produksi film pendek yang efektif dan efisien.
Copyrights © 2025