Keselamatan dan Kesehatan Kerja merupakan aspek dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman. Rambu K3 berfungsi sebagai panduan visual yang memberikan informasi, peringatan, dan arahan kepada pekerja mengenai potensi bahaya di lingkungan kerja serta langkah-langkah pencegahan yang harus diambil. Dengan menggunakan metode JSA untuk mengidentifikasi potensi bahaya dalam setiap tahapan kerja, selain itu manajemen risiko juga diterapkan untuk mengevaluasi dan mengendalikan bahaya di tempat kerja. Proses pembuatan rambu-rambu keselamatan dan kesehatan kerja di PT. X melibatkan berbagai potensi bahaya di setiap tahapan, mulai dari pemotongan, pengelasan, penghalusan, hingga finishing. Risiko pada tahap pemotongan meliputi tangan terkena roda gerinda, percikan api, benturan material, sengatan listrik, kebisingan, dan paparan asap pemotongan. Pada tahap pengelasan, bahaya mencakup terhirupnya asap, sengatan listrik, kontak dengan logam panas, serta percikan api las. Tahap penghalusan melibatkan risiko tergores material, kontak dengan putaran gerinda, percikan api, dan paparan debu. Sementara itu, tahap finishing menghadirkan risiko paparan bahan kimia cat, kebisingan, dan benturan material. Hasil analisis risiko menunjukkan 6 kategori risiko rendah, 3 risiko moderate, 10 risiko tinggi, dan 1 risiko ekstrem. Untuk mengurangi potensi bahaya, tindakan pengendalian seperti pelatihan penggunaan APD, penyediaan sarung tangan, safety shoes, masker respirator, pemberian poster SOP dilokasi kerja, penggantian kabel rusak, dan pemasangan penutup safety pada alat gerinda diterapkan untuk menjaga keselamatan kerja di seluruh tahapan proses.
Copyrights © 2025