Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produk di PT X menggunakan pendekatan Lean production dan Why’s Analysis, sebuah perusahaan manufaktur pengolahan baja galvanis dan galvalume, dengan menerapkan pendekatan lean production dan metode 5 Whys. Penelitian ini menemukan dua jenis pemborosan utama di PT X, yaitu Defect Waste dan Waiting Waste, yang berdampak signifikan pada biaya produksi. Defect Waste mengakibatkan kerugian sebesar Rp 5,539,806.95 per bulan, sementara Waiting Waste berpotensi menyebabkan pemborosan sebesar Rp 2.671.683. Analisis akar penyebab menunjukkan bahwa Defect Waste disebabkan oleh ketidakseimbangan produksi, kurangnya pemahaman teknis operator, dan peralatan yang belum diperbaharui. Sementara itu, Waiting Waste disebabkan oleh kurangnya pelatihan, masalah koordinasi antara operator dan helper, serta disiplin yang rendah. Perbaikan yang diusulkan termasuk pelatihan berkelanjutan untuk operator, pengembangan SOP untuk setting mesin, standarisasi bahan baku, perencanaan produksi yang lebih baik, serta penggantian alat ukur untuk meningkatkan akurasi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan lebih mendalam mengenai penerapan lean production dan 5 Whys untuk meningkatkan produktivitas dan mengurangi pemborosan di industri manufaktur.
Copyrights © 2025