Orang yang kehilangan kemampuan pendengaran (tunarungu) memerlukan bahasa isyarat sebagai alat bantu dalam berkomunikasi. Selain diperlukan oleh tunarungu, bahasa isyarat juga dapat dipelajari oleh siapapun. Tujuan dari penelitian ini, yaitu membangun sebuah media pembelajaran yang dapat membantu dalam mempelajari bahasa isyarat, khususnya huruf-huruf alfabet dimulai dari A-Z dan angka dimulai dari 0-9. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah waterfall, mulai dari requirements, design, implementation, dan testing. Hasil penelitian berupa media pembelajaran yang akan memandu pengguna untuk memeragakan huruf ataupun angka dalam bahasa isyarat pada mode belajar. Setelah itu, pengguna dapat berlatih pada mode latihan, yaitu dengan memeragakan kode bahasa isyarat dan sistem akan memberikan feedback berupa suara. Tak hanya mode belajar dan latihan, sistem juga menyediakan mode soal. Dengan mode soal, pengguna dapat menguji pemahamannya seputar huruf dalam bahasa isyarat. Sistem yang dibangun diuji dengan menggunakan metode black-box. Berdasarkan hasil pengujian, sistem dapat mengenali bahasa isyarat baik huruf maupun angka yang diperagakan dengan baik. Sistem juga dapat mengoreksi saat berada dalam mode soal. Kata Kunci – Media Pembelajaran; Bahasa Isyarat; Tunarungu; Media Pembelajaran Bahasa Isyarat; Bahasa Isyarat Huruf dan Angka.
Copyrights © 2025