Industri kerajinan kulit di Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, telah lama dikenal sebagai sentra produksi yang signifikan, berkontribusi pada peningkatan ekonomi lokal dan penyerapan tenaga kerja. Penelitian ini menganalisis peran, tantangan, dan strategi pengembangan UMKM kerajinan kulit di Tanggulangin terhadap penyerapan tenaga kerja. Metode penelitian kuantitatif deskriptif berbasis data sekunder digunakan, dengan pengumpulan data dari kuesioner, wawancara, observasi lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri ini mendominasi dalam hal hasil produksi kerajinan kulit dan penyerapan tenaga kerja di Sidoarjo, dengan keahlian yang diwariskan secara turun-temurun dan kualitas produk yang mampu bersaing di pasar internasional. Namun, industri ini menghadapi tantangan besar seperti kesulitan akses permodalan, persaingan produk pabrikan/impor, keterbatasan akses pasar digital, kurangnya inovasi desain, kualitas SDM yang terbatas, akses bahan baku tidak stabil, kurangnya dukungan teknologi, dan minimnya regenerasi pelaku usaha. Penelitian ini merumuskan strategi pengembangan UMKM yang meliputi fasilitasi bahan baku, pelatihan tenaga kerja, perluasan akses pasar dan permodalan, peningkatan keterampilan manajerial, penyederhanaan perizinan, dan peningkatan kualitas produk. Dukungan pemerintah melalui pemberian modal, fasilitas rantai pasok, bantuan peralatan modern, perlindungan usaha, serta pelatihan SDM sangat krusial untuk keberlanjutan industri ini sebagai pilar ekonomi lokal dan nasional.
Copyrights © 2025