Kerupuk dangke merupakan produk pangan khas kabupaten Enrekang yang terbuat dari dangke (dadih), tepung ketan, gula pasir dan telur yang diolah dengan cara digoreng. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek teknis dan ekonomi produksi kerupuk dangke di kabupaten Enrekang. Metode yang digunakan adalah studi deskriptif dengan pendekatan observasi lapangan dan wawancara terhadap pelaku usaha kerupuk dangke. Data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif, meliputi kapasitas produksi, kebutuhan bahan baku, efisiensi proses, biaya investasi, biaya operasional, penerimaan, dan kelayakan usaha. Hasil menunjukkan bahwa usaha kerupuk dangke skala rumah dengan asumsi biaya produksi per bulan sebesar Rp5.000.000 dan pendapatan penjualan Rp8.000.000, diperoleh keuntungan bersih sekitar Rp2.000.000–Rp2.500.000 per bulan. Break-even point tercapai pada bulan ke-3. ROI diperkirakan 40% per tahun, yang menunjukkan usaha ini menguntungkan dan layak untuk dijalankan. Teknologi yang digunakan masih bersifat semi-manual, namun cukup memadai untuk menjaga kontinuitas produksi. Berdasarkan hasil analisis, usaha kerupuk dangke ini layak secara teknis dan ekonomis untuk dikembangkan lebih lanjut.
Copyrights © 2025