Penelitian ini mengkaji nilai-nilai feminisme yang bisa ditemui dalam serial Hypnosis Microphone menggunakan metode kualitatif dengan pengulikan lebih dalam dengan pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure. Serial ini menyuarakan perlawanan perempuan atas penindasan para pria melalui analisis logo, warna, lirik lagu, serta penggunaan verbal sebagai alat dominasi yang dibawakan oleh pemerintahan matriarki yang dipimpin oleh divisi Chuohku, Party of Words. Temuan menunjukkan bahwa serial ini menghadirkan feminisme yang kuat dan represif sebagai bentuk tuntutan akan kesetaraan gender. Revolusi yang dilakukan oleh para wanita merupakan bentuk pembalasan dendam karena masa lalu buruk dengan para pria sehingga visi-misi nyata mereka memiliki latar belakang yang mendukung. Studi ini memperlihatkan bagaimana Hypnosis Mic merefleksikan kritik terhadap ketimpangan gender sekaligus membuka wacana mengenai kekuasaan baru yang lahir dari perlawanan.
Copyrights © 2025