Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, fungsi, dan faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan bahasa gaul dalam komunitas motor Lenteng. Komunitas ini dikenal sebagai kelompok remaja pecinta otomotif yang memiliki gaya bahasa khas, hasil dari plesetan bahasa Indonesia dan bahasa Madura. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara terhadap salah satu anggota komunitas melalui aplikasi WhatsApp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa gaul yang digunakan memiliki bentuk yang unik dan bersifat internal kelompok, seperti “andai”, “gileeh ben”, dan “setel”. Bahasa tersebut berfungsi sebagai alat komunikasi sekaligus penguat ikatan sosial antaranggota. Faktor yang memengaruhi penggunaan bahasa gaul dalam komunitas ini meliputi pengaruh media sosial, lingkungan pergaulan, serta latar belakang budaya daerah. Bahasa gaul dalam komunitas ini tidak hanya sebagai ekspresi kekinian, tetapi juga mencerminkan identitas dan solidaritas kelompok.
Copyrights © 2025