Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis peristiwa penembakan dalam penggerebekan sabung ayam di Way Kanan yang menimbulkan korban jiwa dan ketakutan sosial. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara dengan warga, serta studi literatur dari jurnal, buku, dan laporan resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penegakan hukum dilakukan secara represif, tanpa prosedur yang transparan dan akuntabel, sehingga menimbulkan trauma dan menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap aparat. Selain itu, minimnya sosialisasi hukum dan tidak tersedianya alternatif kegiatan produktif mendorong masyarakat tetap terlibat dalam praktik sabung ayam. Penelitian ini menekankan pentingnya reformasi standar operasional aparat, pelatihan etika, serta pendekatan yang lebih humanis dan edukatif dalam menangani pelanggaran hukum. Penegakan hukum semestinya menjamin rasa aman, bukan sebaliknya menciptakan ketakutan. Kasus ini menjadi refleksi bahwa hukum harus dijalankan dengan mengedepankan keadilan, kemanusiaan, dan perlindungan hak asasi manusia.
Copyrights © 2025