PT Pertamina RU VI, merupakan kilang pengolahan minyak terbesar di Indonesia, menerapkan standar yang ketat untuk memastikan keselamatan pekerja dan keberlangsungan operasional. Salah satunya pada mesin reaktor yang berpotensi menimbulkan bahaya signifikan, Jika proses Change Out Catalyst (COC) di Pertamina tidak dilakukan dapat meningkatkan risiko kecelakaan akibat tekanan dan suhu yang tidak terkendali. Penelitian ini menegaskan pentingnya metode HIRADC dalam membuat lingkungan kerja yang aman dan meminimalisir kecelakaan kerja, Pengendalian secara teknis, diterapkan rekayasa seperti penggunaan sistem ventilasi khusus, isolasi area kerja, dan pengendalian tumpahan bahan. Secara administratif, proses ini mengacu pada Standar Prosedur Operasi (SOP), Pekerja juga diwajibkan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Dalam upaya pengendalian menggunakan HIRADC didapatkan hasil verifikasi berupa perbandingan antara tingkat risiko sebelum dan sesudah dilakukan, sebelum pengendalian dilakukan didapatkan hasil risiko High sebesar 80 %, risiko moderate to High sebesar 20 %, risiko moderate 0% dan low sebesar 0%. Setelah dilakukan pengendalian terdapat perubahan yaitu, hasil risiko High sebesar 0%, risiko moderate to High sebesar 0 %, risiko moderate100% dan low sebesar 0%. Upaya pengendalian ini membuktikan bahwa pengendalian menggunakan hierarki pengendalian risiko dapat menurunkan tingkat risiko dalam upaya menjaga keselamatan dan kesehatan kerja para pekerja pada pekerjaan penggantian katalis
Copyrights © 2025