Penelitian mengungkap hubungan signifikan antara gaya hidup, pengendalian keuangan, dan pembelian impulsif pada mahasiswa pekerja Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Menggunakan metode kuantitatif dengan sampel 100 responden, hasil menunjukkan bahwa pola konsumtif berbanding lurus dengan kecenderungan melakukan pembelian tidak terencana. Semakin konsumtif gaya hidup seseorang, semakin tinggi kemungkinan pembelian impulsif, ditunjukkan dengan nilai thitung 4.047 dan signifikansi 0.043. Sebaliknya, pengendalian keuangan yang baik menjadi penghambat pembelian impulsif, dengan thitung 3.495 dan signifikansi 0.038. Secara bersamaan, kedua faktor ini memberikan pengaruh nyata (Fhitung 4.908, sig. 0.029) terhadap perilaku pembelian tidak terencana. Temuan ini menegaskan bahwa literasi keuangan dan kesadaran akan pola konsumsi merupakan kunci penting dalam membentuk kebiasaan belanja yang lebih bertanggung jawab. Mahasiswa dengan manajemen keuangan yang baik cenderung lebih mampu menekan dorongan untuk berbelanja secara impulsif dibandingkan mereka yang memiliki gaya hidup konsumtif.
Copyrights © 2025