Pernikahan di Indonesia sarat akan tradisi, salah satunya adalah seserahan yang melambangkan tanggung jawab dan pengakuan sosial antar keluarga. Nilai seserahan sering kali dipengaruhi oleh tingkat pendidikan dan status sosial calon pengantin, menciptakan kompleksitas dalam dimensi ekonomi dan sosial. Namun, belum terdapat standar baku mengenai penentuan nilai seserahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis rata-rata biaya pendidikan sebagai acuan nilai seserahan melalui pendekatan kualitatif dan studi kasus di beberapa desa, melibatkan wawancara dengan tokoh adat dan masyarakat. Hasil menunjukkan bahwa semakin tinggi pendidikan calon pengantin, semakin tinggi ekspektasi nilai seserahan. Selain itu, perbedaan biaya pendidikan antara pihak perempuan dan laki-laki menjadi dasar penentuan nilai yang adil. Nilai akhir seserahan ditentukan melalui konsensus keluarga dengan mempertimbangkan kondisi sosial-ekonomi dan tradisi lokal.
Copyrights © 2025