Kakao merupakan hasil perkebunan yang memberikan kontribusi signifikan dalam peningkatan pendapatan negara. Biji kakao dimanfaatkan dalam proses pembuatan berbagai jenis cokelat. Salah satu perusahaan yang memanfaatkan biji kakao dari petani lokal dalam proses produksinya, yaitu Jungle Gold Bali. Jungle Gold Bali dipilih menjadi objek kajian karena menawarkan konsep wisata edukatif seputar pembuatan cokelat, dari biji kakao hingga menjadi produk cokelat siap konsumsi. Pemilihan destinasi ini turut didorong oleh relevansi yang tinggi antara kualitas biji kakao yang dihasilkan oleh petani dengan standar kualitas yang dibutuhkan oleh Jungle Gold Bali. Topik pengabdian masyarakat ini relevan untuk mengetahui jenis pemberdayaan yang sesuai bagi petani lokal untuk meningkatkan kualitas biji kakao yang mereka hasilkan. Meskipun permintaan pasar akan biji kakao berkualitas tinggi semakin meningkat, perusahaan masih menghadapi tantangan dalam memberdayakan petani untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas panen mereka. Artikel ini mengkaji bagaimana kualitas kakao dapat ditingkatkan melalui pemberdayaan petani yang dilakukan Jungle Gold Bali. Metode yang digunakan oleh penulis berupa metode observasi dan wawancara. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa pemberdayaan yang diberikan oleh Jungle Gold Bali kepada para petani mampu meningkatkan kualitas biji kakao secara signifikan. Artikel pengabdian ini diharapkan memberi kontribusi dalam pengembangan ekonomi melalui pemberdayaan petani kakao.
Copyrights © 2025