Perkembangan pesat teknologi informasi, terutama di media sosial, telah mengubah cara kita mengakses dan menyebarkan informasi. Di balik kemudahan tersebut, muncul fenomena filter bubble dan echo chamber, yang semakin relevan dengan kehidupan digital saat ini. Filter bubble mengacu pada kecenderungan algoritma media sosial yang hanya menampilkan informasi sesuai dengan preferensi dan pandangan kita, sementara echo chamber menggambarkan kondisi di mana kita hanya dikelilingi oleh informasi yang memperkuat keyakinan dan opini yang sudah ada. Dalam konteks mahasiswa Universitas Lampung, fenomena ini dapat memengaruhi pola konsumsi informasi mereka, membentuk cara pandang mereka terhadap isu-isu tertentu, dan mempengaruhi kemampuan berpikir kritis mereka. Artikel ini bertujuan untuk mengungkap pengaruh kedua fenomena tersebut terhadap mahasiswa, serta bagaimana hal ini berdampak pada pemahaman mereka terhadap informasi yang mereka terima. Dengan merujuk pada tinjauan pustaka dari berbagai penelitian terdahulu, artikel ini memberikan wawasan tentang bagaimana algoritma bekerja dalam membentuk narasi yang kita konsumsi setiap hari dan mengajak pembaca untuk mempertimbangkan implikasi fenomena ini dalam konteks pendidikan tinggi dan dunia akademik. Sebagai hasilnya, mahasiswa dihadapkan pada tantangan baru dalam membangun wawasan yang lebih kritis dan terbuka terhadap keragaman perspektif di era digital.
Copyrights © 2025