Masyarakat Indonesia telah mengenal berbagai jenis obat tradisional dan memanfaatkannya untuk menjaga kesehatan dan pengobatan berbagai penyakit. Salah satu jenis obat tradisional yang dapat dimanfaatkan adalah daun kari (Murraya koenigii L). Senyawa kimia pada ekstrak etanol daun kari yang berperan dalam aktivitas antioksidan dan antiinflamasi adalah alkaloid, tanin, flavonoid, minyak atsiri, saponin, flavonoid dan triterpenoid/steroid. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan salep ekstrak etanol daun kari sebagai antiinflamasi. Pada Pembuatan formulasi menggunakan 5 perlakuan, yaitu Betadin salep 10% (kontrol positif), dasar salep (kontrol negatif), salep ekstrak daun etanol dau kari konsentrasi 5%, 10% dan 15%. Salep yangdiperoleh kemudian diuji sifat fisik yang meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji stabilitas,uji pH, uji daya sebar ,uji daya lekat, uji iritasi, dan uji kesukaan. Data hasil uji antiinflamasi salep ekstrak etanol daun kari terhadap luka sayat secara statistik dengan menggunakan metode ANOVA (Analysis Of Variant), Dari data yang diperoleh diuji mengunakan metode One-Way ANOVA (Analysis Of Variance), satu arah dengan taraf kepercayaan 95% menggunakan SPSS (Statisical Product and Service Solution). dan dilanjutkan dengan uji LSD (Least Significant Different) sebagai acuan dalam menentukan apakah rata-rata perlakuan berbeda secara statistik atau tidak untuk melihat perlakuan mana yang memberikan efek yang berbeda.
Copyrights © 2025