− Keamanan informasi menjadi aspek penting dalam pengelolaan data di instansi pemerintahan, terutama bagi Badan Pusat Statistik (BPS) yang menangani data strategis nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi risiko keamanan informasi yang terdapat pada sistem BPS Kota Pangkalpinang menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Metode ini digunakan untuk mengidentifikasi bentuk kegagalan, mengevaluasi tingkat keparahan, kemungkinan terjadinya, serta kemampuan sistem dalam mendeteksi kegagalan melalui perhitungan Risk Priority Number (RPN). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara langsung dengan pihak internal BPS. Hasil analisis menunjukkan bahwa serangan ransomware, dan kebocoran data merupakan risiko dengan nilai RPN tertinggi dan menjadi prioritas utama untuk mitigasi. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini memberikan beberapa rekomendasi peningkatan sistem keamanan informasi, seperti penguatan infrastruktur jaringan, penerapan sistem backup yang terintegrasi, serta peningkatan kesadaran keamanan siber di lingkungan kerja. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengelolaan risiko keamanan informasi di instansi pemerintah.
Copyrights © 2025