Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara variabel-variabel tersebut dan menawarkan solusi untuk meningkatkan kinerja pegawai di sektor pemerintah. Metodologi kuantitatif digunakan melalui teknik survei. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang diberikan kepada pegawai, dengan menggunakan Skala Likert untuk pengukuran. Sampel penelitian diperoleh dengan teknik sampling jenuh, yang terdiri dari 100 responden. Analisis data dilakukan dengan menggunakan dua metodologi: analisis SPSS untuk menilai validitas dan reliabilitas instrumen penelitian, dan analisis Structural Equation Model-Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk mengevaluasi model luar (validitas dan reliabilitas) dan model dalam (kesesuaian model dan hubungan antar variabel penelitian). Temuan dari analisis efek langsung menunjukkan bahwa keterikatan kerja (X1) memberikan pengaruh positif dan substansial terhadap kinerja pegawai (Y), sedangkan beban kerja (X2) memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kinerja pegawai (Y) dan motivasi kerja (Z). Sebaliknya, lingkungan kerja (X3) memberikan pengaruh yang baik dan signifikan terhadap kinerja pegawai (Y) dan motivasi kerja (Z). Lebih jauh, motivasi kerja (Z) memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (Y). Analisis jalur dari efek tidak langsung menunjukkan bahwa keterlibatan kerja (X1) dan beban kerja (X2) memberikan pengaruh positif namun kecil terhadap kinerja karyawan (Y) ketika dimediasi oleh motivasi kerja (Z). Lingkungan kerja (X3) memberikan pengaruh tidak langsung yang positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (Y) melalui motivasi kerja (Z).
Copyrights © 2025