Sistem tarif INA-CBGs yang diterapkan oleh BPJS Kesehatan menjadi sorotan karena tidak selalu mencerminkan biaya riil pelayanan di rumah sakit, yang dapat berdampak pada kesehatan keuangan institusi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi kebangkrutan yang dialami rumah sakit akibat ketidaksesuaian tarif INA-CBGs dengan biaya pelayanan aktual. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan menggunakan model Altman Z-Score untuk mengevaluasi kinerja keuangan Rumah Sakit Immanuel Bandung selama periode 2019–2023. Data diperoleh dari laporan keuangan tahunan dan dilakukan penghitungan lima rasio utama sesuai model Altman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah sakit menunjukkan tren penurunan nilai Z-Score selama periode observasi, yang mengindikasikan adanya risiko kebangkrutan jika tidak dilakukan penyesuaian strategi keuangan dan operasional. Kesimpulannya, sistem tarif INA-CBGs yang tidak proporsional terhadap biaya aktual pelayanan kesehatan berpotensi memperburuk kondisi keuangan rumah sakit. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya evaluasi dan penyesuaian kebijakan tarif INA-CBGs agar lebih sesuai dengan beban biaya riil, demi menjaga kesinambungan layanan kesehatan di rumah sakit.
Copyrights © 2025