Kota Serang, sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan pemerintahan Provinsi Banten, menghadapi tantangan genangan air kronis di koridor Jalan Raya Cilegon-Serang akibat ketidakseimbangan antara perkembangan infrastruktur dan kapasitas drainase. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja sistem drainase melalui analisis hidrologi-hidraulik berbasis data curah hujan historis dan simulasi kapasitas saluran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas saluran drainase tidak memenuhi kapasitas tampung debit rencana 68%, dengan faktor dominan berupa sedimentasi dan kesalahan desain kemiringan saluran. Analisis regresi multivariat mengungkap kontribusi signifikan dari kedua faktor tersebut terhadap frekuensi genangan. Solusi teknis yang diusulkan mencakup normalisasi dimensi saluran, instalasi sistem sediment trap, dan integrasi infrastruktur hijau (bioswales) untuk meningkatkan kapasitas infiltrasi, didukung oleh mekanisme pemantauan partisipatif masyarakat. Temuan ini memberikan rekomendasi strategis untuk meningkatkan ketahanan sistem drainase perkotaan dalam menghadapi tekanan urbanisasi dan fenomena iklim ekstrem, sekaligus menekankan pentingnya pendekatan multidisiplin dalam perencanaan infrastruktur berkelanjutan.
Copyrights © 2025